
Tidak jauh dari Candi Bajang Ratu atau Gapura Bajang Ratu, berjarak sekitar 400-500 m terdapat Candi Tikus. Terletak di Dusun Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan. Bangunan ini merupakan pertirtaan, tapi masyarakat menyebutnya sebagai Candi Tikus.
Candi Tikus terbuat dari bata merah dengan ukuran 22,5 x 22,5 m. Candi ini berdiri pada permukaan tanah yang lebih rendah dari daerah sekitarnya, yaitu kurang lebih sedalam 3,5 m. Oleh karena itu, untuk mencapai lantai dasar candi harus menuruni tangga masuk yang berada di sebelah utara yang merupakan pintu masuk candi.
Dinamakan Candi Tikus karena pada saat penggalian tahun 1914 banyak ditemukan sarang tikus. Candi ini kemungkinan didirikan pada abad XIII-XIV Masehi. Untuk fungsinya sendiri masih belum diketahui, tetapi dari bentuk dan susunan candinya memberi kesan mirip Gunung Mahameru di India.
Di sepanjang pondasi candi terdapat hiasan kepala makara dan kuncup bunga padma yang terbuat dari batu kali. Ini diduga sebagai pertirtaan suci, artinya air yang berasal dari tempat tersebut dianggap suci.
Postingan Terkait:
- Exploring Trowulan Part 1: Gapura Wringin Lawang
- Exploring Trowulan Part 2: Candi Brahu
- Exploring Trowulan Part 3: Candi Bajang Ratu
- Exploring Trowulan Part 5: Situs Kedaton
- Exploring Trowulan Part 6: Kolam Segaran
- Exploring Trowulan Part 7: Sambel Wader Untuk Mengganjal Perut




