Oleh: Tri Setyo Wijanarko | 31 Oktober 2009

Exploring Trowulan Part 2: Candi Brahu

DSCN5742Setelah dirasa cukup berada di Gapura Wringin Lawang, saya melanjutkan perjalanan saya. Kali ini tujuannya adalah ke Candi Brahu yang terletak di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan.

Candi Brahu ini juga sama dengan bangunan yang saya kunjungi sebelumnya yaitu Gapura Wringin Lawang yang terbuat dari bata yang direkatkan satu dengan yang lainnya. Denah bangunannya bujur sangkar dan menghadap ke barat dengan tinggi 25,7 m dan lebar 20,7 m.

Berdasar gaya bangunan serta profil sisa hiasan denah lingkaran pada atap candi yang diduga sebagai bentuk stupa, para ahli menduga bahwa Candi Brahu bersifat Budhis. Selain itu diperkirakan Candi Brahu ini umurnya lebih tua dibandingkan dengan candi-candi yang ada di Situs Trowulan. Dasar dugaan ini adalah Prasasti Alasantan yang ditemukan tidak jauh dari Candi Brahu. Prasasti tersebut dikeluarkan oleh Mpu Sindok pada tahun 939 M, diantara isinya menyebutkan nama sebuah bangunan suci yaitu waharu atau warahu. Nama inilah yang diduga sebagai asal nama Candi Brahu sekarang.

Ada sebuah kalimat menarik yang saya temui di kawasan Candi Brahu ini

Mudah-mudahan kita semua dapat menyadari bahwa kita mempunyai kekayaan budaya yang sangat melimpah dan kita dapat melesatarikannya secara terus-menerus :) .

Postingan Terkait:

 


Beri tanggapan

Your response:

Kategori