
Flight Detail:
Date: July 08, 2009
Airlines: Lion Air
Flight No: JT-552
Origin: Jakarta Soekarno-Hatta International Airport (CGK), Terminal 1A
Destination: Yogyakarta Adisucipto International Airport (JOG)
Departure Time: 07.35 (scheduled), 07.45 (actual)
Arrival Time: 08.35 (sceduled), 08.40 (actual)
Aircraft: McDonnell Douglas MD-82
Registration: PK-WIH (first flight 24/08/1987), (delivered to Lion Air on 05/07/2005)
Class: Economy
Seat: 11A
Rate: IDR 269.000
Site: http://www.lionair.co.id/
Berikut ini adalah trip report yang masih cukup hangat karena baru saja terjadi pagi tadi.. Yupz.. Setelah selama hampir 3 minggu saya berada di Tangerang, kali ini akan pulang ke Jogja dalam rangka Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009. Kebetulan banget karena masuk dalam DPT.
Sebenernya tadinya nggak ada rencana buat pulang ke Jogja hari ini, tapi karena mau jenguk kakak juga jadi saya memutuskan untuk pulang saja meskipun nanti cuma sebentar di Jogja. Agak mendadak memang, karena baru kemaren saya membeli tiket buat ke Jogja ini.
Setelah browsing-browsing harga tiket ternyata harganya udah mahal-mahal, tapi masih ada tiket Lion Air yang promo dengan harga Rp 269.000,-. Ya sudah langsung ke travel agent terdekat dan membeli tiket Lion Air tersebut untuk jadwal jam 07.35 menggunakan pesawat Boeing 737-400.
Untuk penerbangan jam segitu sepertinya buat saya masih cukup kepagian, mungkin karena sudah terbiasa bangun siang. ![]()
Pukul 05.45 berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta menggunakan taksi, ternyata tepat pukul 06.00 udah nyampe di depan Terminal 1A. Jalanan pagi hari masih sepi karena banyak pekerja yang libur ataupun kalo nggak libur ya masuknya siang sehingga cukup cepat sampai bandara.
Sesampainya di bandara langsung masuk saja buat check in, antrian masuk cukup panjang juga pagi ini.
Lalu menuju check in counter, lagi-lagi antrian panjang terjadi.


Ternyata sekarang Lion Air sudah mulai menggunakan E-Tiket tapi belum semuanya menggunakan E-Tiket tersebut, mungkin baru uji coba terlebih dahulu. Anehnya check in counter buat yang menggunakan E-Tiket dan tiket manual dibedakan.
Setelah check in dan mendapatkan seat nomer 11A, saya langsung menuju ruang tunggu. Kali ini ruang tunggunya di A7. Tapi sebelumnya membayar tax bandara terlebih dahulu..

Naik tangga menuju boarding gate

Gate A7

Suasana ruang tunggu yang sudah mulai ramai

Dari ruang tunggu juga terlihat pesawat Boeing 737-400 yang saya kira akan membawa saya ke Jogja
Setelah menunggu selama 1 jam dan juga sudah waktunya untuk boarding, karena waktu sudah menunjukkan pukul 07.20 tiba-tiba ada announcement. Kira-kira seperti ini, “Mohon perhatian kepada penumpang Lion Air JT-552 tujuan Yogyakarta, saat ini pesawat yang akan membawa anda ke Jogja sudah siap tapi karena alasan operasional boarding gate anda dipindahkan ke boarding gate A4″.
Wow ternyata boarding gatenya pindah, berarti nggak akan mungkin menggunakan pesawat Boeing 737-400 yang ada di depan gate A7 seperti yang dijadwalkan semula..
Lalu para penumpang tujuan Jogja berduyun-duyun menuju gate A4 dan langsung boarding menuju pesawat.

Masuk lewat pintu depan menggunakan garbarata


Sh*t!!! Pesawatnya ternyata diganti menggunakan pesawat Wings Air McDonnell Douglas MD-82.
Yo wes lah nggak apa-apa, terima aja kali ini terbang dengan pesawat beginian ![]()
Masuk pesawat, lanjut nyari tempat duduk saya. Lalu disamping ada saudara muda, Lion Air Boeing 737-900ER dengan registrasi PK-LFJ

Nggak lama setelah saya duduk ternyata ada keributan kecil-kecilan, ada beberapa orang yang mempunyai nomer seat ganda. Saya misalkan, Bapak A bersama anak dan istrinya mempunyai tiket dengan nomor 11 D, E, dan F sudah menempati tempat duduknya. Bapak B dengan temannya sudah menempati tempat duduknya nomer 10D dan 10E. Lalu datang Bapak C bersama dengan 5 orang anggota keluarganya yang mempunyai nomor kursi 10D-F dan 11D-F. Nah lhoo, akhirnya Bapak A diminta pindah oleh pramugari di kuris nomer 5D-F kalo nggak salah, dan Bapak B bersama temannya diminta pindah di kursi nomer 6D dan 6E. Dateng lagi 3 orang yang mempunya kursi row 6, Bapak B pindah lagi ke depan. Eh ternyata masih ada lagi yang dateng 3 orang dengan seat row 5, dan Bapak A diminta pindah ke belakang nggak tau nomer berapa.
Saya heran kenapa mereka yang udah duduk duluan mesti disuruh pindah-pindah, toh mereka punya nomer seat yang sama. Kenapa nggak yang dateng terakhir disuruh ngisi seat yang kosong aja, kasian bapak-bapak itu sama keluarganya kalo berkali-kali disuruh pindah. Untung saja bapak itu tipe orang yang nerimo, nurut aja dipindahin walaupun pas dipindah yang terakhir dia agak ngedumel juga. Hmmm… Bener-bener airlines yang kacau balau neh, setelah pengalaman ini mungkin agak ilfil naik Lion Air lagi karena sebelumnya saya belum pernah mengalami ataupun melihat sendiri kejadian seperti ini..
Pukul 07.45 akhirnya push back juga

Ada Cardig Air Boeing 737-300 PK-BBA
Flight attendant sedang melakukan safety demo

Take off


Seat belt sign sudah off

Tapi kok nggak kayak biasanya, kali ini nggak ada pramugari yang melakukan penjualan makanan ataupun minuman
Cabin view

Seperti biasa, ada safety card dan do’a-do’a perjalanan



Seat pitch kira-kira seperti ini

Cruising altitude 27.000ft


Pemandangan sangat indah, dengan cuaca yang sangat cerah. Sayang kaca dari pesawat ini kotor, banyak debunya.
Nggak terasa sudah descent


Final aproach

Akhirnya landing juga di Adisucipto dengan selamat
Di apron ada Batavia Air Boeing 737-300 PK-YTW yang sedang push back

Iseng-iseng keluar lewat pintu belakang, ini yang diincer.. Bokongnya!! ![]()


Engine


Ini dia tunggangan saya, Wings Air McDonnell Douglas MD-82 dengan registrasi PK-WIH

Karena mau nyontreng ya setelah nyampe kost langsung menuju TPS





wow.. keren juga nih foto2nya.. sipp
Oleh: artvisualizer on 8 Juli 2009
at 23:49
wow…sering bepergian mas…seru bgt mesti…tapi penerbangan di Indonesia apa sudah aman mas??kan katane dicekal ma UE, apalgi Lion Air yang sering bgt kecelakaan:(untuk silaturahmi,tukeran link+followers yuk mas,salin komen..salam blogger,dukung blogku dalam kontes SEO y mas (vote lewat google),saling mempromosikan
makasi
Oleh: marketingismynewworld | stop dreaming start action on 10 Juli 2009
at 15:30
kalo dibilang aman aku rasa belum ya, walaupun sering naik pesawat tapi kalo naik lion air aku sendiri sering parno juga.. dag.. dig.. dug.. selama perjalanan apalagi kalo pakenya pesawat yang udah super duper tua McDonnell Douglas MD-82 kayak yang aku posting ini..
aku seh ngerasa safe kalo naik garuda, mandala, atau air asia.. selain itu pasti lebih sering dag..dig..dug..
Oleh: Tri Setyo Wijanarko on 11 Juli 2009
at 00:46
hi.. nice post, komplit banget fotonya.., memberi gambaran jelas untuk orang yang akan berpergian dengan lion air.
semoga mimpi keliling indonesianya secepatnya menjadi kenyataan..
btw memang check-in untuk e-ticket dan tiket buku harus dipisah untuk menghemat waktu pelayanan, yang pada akhirnya supaya pelanggan tidak kelamaan antri. Ini karena system komputerisasi antara 2 jenis tiket itu berbeda, jadi operator lebih nyaman jika dipisah..
thx…
Oleh: lion air e-ticket on 13 Juli 2009
at 02:26
ok… thx buat infonya..
emang manual ticket sepertinya harus ditiadakan, nggak efektif dan efisien..
kalo lion akan meniadakan manual ticket dan menggantinya dengan e-ticket berarti tinggal sriwijaya aja neh yang ticketnya masih pake buku
Oleh: Tri Setyo Wijanarko on 29 Juli 2009
at 02:23
Aduh jdi gk berani naik lion air pdhal minggu dpan mau ke jogja setahunan bapak brngkt dr serang bnten minggu enakny naik opo yo mas mandala mhal gk ya?.
Oleh: Joko on 23 Agustus 2009
at 23:22
aku rekomendasiin Mandala atau Air Asia aja deh.. syukur2 bisa dapet tiket Air Asia yang 200ribuan.
Oleh: Tri Setyo Wijanarko on 24 Agustus 2009
at 11:55
keren…pic nya semua
buat lion air…kayayknya ini bukan sekali aku denger dee…complain kaya gini…
Oleh: iya on 4 September 2009
at 14:34
kayaknya emang kejadian kayak gini di lion air memang sudah menjadi kebiasaan.. jadi jangan heran kalo suatu saat nanti ngalamin sendiri.. hehe
Oleh: Tri Setyo Wijanarko on 4 September 2009
at 17:07
Salam Perkenalan
Oleh: Agen Tiket Pesawat Bandung on 5 September 2009
at 14:12