Oleh: Tri Setyo Wijanarko | 25 September 2011

Pindah Blog

Hello teman-teman dan para pengunjung blog sekalian. Mohon maaf blog ini sudah tidak akan di-update lagi. Bagi yang masih ingin membaca tulisan saya silahkan kunjungi blog saya yang baru:

Aku dan Keindahan Negeriku

Oleh: Tri Setyo Wijanarko | 24 Juli 2010

Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong

Pagoda Avalokitesvara

Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong, kesan pertama menyebut nama tersebut adalah sulit dan ribet!! Ini adalah sebuah pagoda yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan Semarang, tepatnya berada di depan Kodam IV Diponegoro. Saya tahu dan tertarik ke tempat ini gara-gara membaca artikel di blog Mas Lomar Dasika. Terimakasih Mas Lomar atas racunnya sehingga saya bisa sampai disini. :D

Untuk ke Watugong kali ini saya hanya ditemani oleh 2 orang rekan saya Andi dan Frandy. Roby dan Tity tidak bisa ikut karena katanya ada acara di kampus. Kami kesana dengan menggunakan motor. Berangkat dari kost Frandy di daerah Tembalang (dekat kampus Undip atas) sekitar jam 10. Motor kami arahkan menuju jalan ke arah Jogja-Solo. Ternyata letak pagoda ini tidak terlalu jauh dari kost Frandy, hanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit saja kami sudah sampai.
Baca Lanjutannya…

Oleh: Tri Setyo Wijanarko | 23 Juli 2010

Menghabiskan Malam Di Tugu Muda

Tugu Muda

Setelah selesai acara tour malam di Lawang Sewu yang cukup menegangkan, nggak ada salahnya kalau bersantai dulu sejenak di area Tugu Muda. Tugu Muda merupakan salah satu ikon Kota Semarang yang terletak di Simpang Lima Tugu Muda. Tugu Muda ini dikelilingi oleh beberapa bangunan antara lain Lawang Sewu yang baru saja saya jelajahi tadi, Museum Mandala Bakti, Gereja Katedral, Wisma Perdamaian, Bangunan Pasar Bulu, dan Gedung Padanaran.

Dibuatnya Monumen Tugu Muda ini adalah untuk mengenang pertempuran lima hari di Semarang pada 14-19 Oktober 1945, tapi Tugu Muda baru dibangun pada tahun 1951 yang diprakarsai oleh walikota Semarang saat itu. Di Tugu Muda kita bisa mengenang heroiknya para pemuda dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Baca Lanjutannya…

Oleh: Tri Setyo Wijanarko | 23 Juli 2010

Lawang Sewu Yang Penuh Mistis

Saat berkunjung ke Semarang tempat yang tidak boleh dilewatkan untuk dikunjungi adalah sebuah gedung tua yang terletak di Simpang Lima Tugu Muda yaitu Lawang Sewu. Saat ke Semarang kemaren itu saya juga menyempatkan diri untuk kesana meskipun saya sudah pernah kesana sebelumnya, tapi itu dulu sekitar dua atau tiga tahun yang lalu.

Kebetulan siang hari saat itu saya tidak pergi kemana-mana, hanya tiduran di kost teman saja karena bertepatan dengan hari Jum’at yang waktunya cukup sempit. Lagi pula cuaca Kota Semarang saat itu sedang tidak bagus, mendung di siang hari dan akhirnya turun hujan juga.

Pada malam harinya saya baru bisa keluar untuk jalan-jalan keliling kota. Ditemani oleh teman-teman saya yang kuliah di Semarang yaitu Frandy, Roby, Tity, dan Andi dari Jogja. Kami memutuskan untuk pergi ke Lawang Sewu. Sebenernya yang ngotot ke Lawang Sewu adalah Andi karena dia yang belum pernah masuk ke Lawang Sewu.

Jam 10 malam kami sudah tiba di Lawang Sewu, lalu kami menemui seorang pemandu bernama Pak Toto’ yang menjadi pemandu langganan kami jika mengunjungi Lawang Sewu. Sayang sekali Pak Toto’ tidak bisa menemani kami malam itu karena beliau sedang ada tamu. Salah saya juga sih tidak menelpon Pak Toto’ terlebih dahulu. Akhirnya Pak Toto’ mencarikan temannya untuk menjadi pemandu kami.
Baca Lanjutannya…

Oleh: Tri Setyo Wijanarko | 21 Juli 2010

Surabaya-Semarang Dengan KA Rajawali

Kereta Api Rajawali
KA Rajawali

Untuk perjalanan ke Semarang tiket kereta sudah saya beli sehari sebelumnya. Hanya ada beberapa pilihan saja untuk ke Semarang. Ada kereta eksekutif Argo Bromo Anggrek yang tentunya harganya lumayan mahal, KA Sembrani, KA Rajawali, KA Gumarang yang merupakan kelas bisnis, ataupun KA Kertajaya dengan kelas ekonomi. Saya sempat bingung untuk memutuskan kereta mana yang akan saya gunakan untuk menuju Semarang. Setelah melihat-lihat tarif dan jam keberangkatan saya memutuskan untuk menggunakan KA Rajawali.

KA Rajawali hanya memiliki satu kelas yaitu eksekutif saja. Untuk membeli tiket KA Rajawali saya harus merogoh kocek sebesar Rp 110.000,-. Kereta ini khusus melayani rute dari Stasiun Pasar Turi Surabaya dan berakhir di Stasiun Tawang Semarang dengan berhenti di beberapa stasiun, kalo saya nggak salah berhenti di Bojonegoro dan Cepu.
Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.